Wait (ing)

Bus Stop

Image Source: http://strongtowns.org/

Seperti kata judulnya, wait alias tunggu (menunggu) adalah sesuatu hal yang sudah pasti menjadi bagian kehidupan kita sehari-hari dan sering kita lakukan (terutama orang Indonesia dengan jam karetnya, hehehe).

Menurut KBBI sendiri, tunggu memiliki definisi sebagai berikut:

tunggu/tung·gu/ v, bertunggu/ber·tung·gu/ v tinggal sementara untuk berjaga (menjaga); berkawal

menunggu/me·nung·gu/ v 1 tinggal beberapa saat di suatu tempat dan mengharap sesuatu akan terjadi (datang): dia ~ ibunya yang sedang ke pasar; 2 tinggal sementara untuk merawat, menjaga (barang-barang, rumah, orang sakit, dan sebagainya); menunggui: suami istri itu tinggal ~ dan memetik hasil ladangnya; 3 menantikan (sesuatu yang mesti datang atau terjadi); menunggukan: hidup di dunia hanyalah ~ giliran dipanggil Tuhan; 4 mengharap: sebenarnya sudah lama saya ~ uluran tangan Anda; 5 mendiami; menghuni; menunggui: dialah yang ~ rumah saya selama dua tahun; hantu yang ~ pohon beringin itu sudah dipindahkan;~ angin lalu, pb menunggu dengan sia-sia; ~ laut kering, pb pekerjaan yang sia-sia;

Hemm, cukup menarik, bisa diartikan bahwa tunggu itu adalah berjaga. Akan tetapi akan berbedalah artinya apabila diberikan imbuhan me-, sehingga menjadikan sebuah kata yang memiliki 5 arti. Yang sebenarnya saya ingin tekankan di sini adalah yang ke-empat, yang memiliki arti ‘mengharap’ alias mengharapkan akan sesuatu.

Kalau boleh jujur, sampai blog ini ditulis pun saya sedang memiliki banyak hal yang diharapkan (alias saya sedang mengharapkan sesuatu). Yang tentu saja paling saya harapkan sih ingin mengetahui apakah semua amalan ibadah saya selama Ramadhan tahun ini diterima atau tidak oleh Allah SWT., ya mungkin itu adalah harapan semua umat Muslim yang sedang bergerak menuju Hari Kemenangan sih. Tapi selain itu ada satu hal lagi yang sedang saya tunggu, yaitu sebuah kepastian. Kepastian dari apa sih? Jadi, begini ceritanya.

Ya kalau diceritain secara detail keseluruhan rangkaian peristiwanya sepertinya belum layak (dan tidak etis) untuk dilakukan saat ini, mungkin suatu hari nanti akan saya ceritakan. Jadi, pada intinya itu saya memiliki rasa dengan seorang wanita nan anggun dan indah ini semenjak yaaa cukup lama mungkin yaa. Meskipun begitu, akhirnya yang saya lakukan hanyalah mengaguminya dari jauh dan menaruh namanya pada setiap ucapan doa yang saya utarakan. Oke, silakan saja kalau mau bilang saya pengecut, tapi saya punya alasan-alasan utama mengapa saya melakukan ini dan tidak melakukan tindakan/usaha yang “lebih”. 

  1. I don’t want to be an annoying person for her – Ya, saya pernah berada pada posisi ini, baik sebagai yang dianggap mengganggu maupun yang terganggu. Jujur, saya ga deket-deket amat sama doi, maka dari itu saya cenderung jarang berinteraksi dengan dia ya karena alasan ini.
  2. I respect her life and her privacy – Privasi. Ya, saya sangat menghargai tinggi yang namanya privasi (personal space). Jujur saja, ini yang ada di pikiran saya ketika saya mencoba mendekati dia, apakah saya hanya akan menjadi pengganggu di hadapannya? Apakah mungkin dia tidak menginginkan keberadaan saya? Itulah yang terus berkecamuk di pikiran saya ketika saya mencoba mendekatinya. Karena sifat saya yang selalu berusaha untuk menjadi orang yang tidak mengganggu orang lain (karena pengalaman, lagi), maka alasan kedua ini ada.
  3. Does she already fall in love with someone else? – Inilah yang menjadi faktor utama kenapa mungkin saya jarang terlihat atau jarang berinteraksi dengan dia. Adalah sebuah hal yang sia-sia ketika dia memang sudah jatuh hati kepada orang lain dan saya memaksakan usaha saya untuk mendapatkan dirinya. Mengapa demikian? Pengalaman sayalah (lagi dan lagi) yang mengajarkan akan hal ini.
  4. High awkwardness and being nervousYap. Inilah yang sebenarnya membuat saya cenderung kurang berinteraksi dengannya. Karena pengalaman saya yang cukup buruk di masa lalu, sehingga hal ini menyebabkan persepsi yang saya miliki dalam bagaimana seharusnya menangani hal ini menjadi berbeda ketimbang orang-orang pada umumnya. Mungkin karena pengalaman tersebut jugalah, saya menjadi seringkali menciptakan awkward moment ketika bersama dia dan saya jadi lebih sering grogi (nervous) ketika berada di dekatnya.

Ya, karena alasan-alasan itulah pada akhirnya saya hanya mampu mengagumi dan berharap bahwa dia akan baik-baik saja melalui doa yang saya utarakan setiap hari. Tapi, mengingat keadaan akan segera berubah, saya sempat menyatakan perasaan saya kepadanya melalui sebuah media. Di dalam media tersebut saya selipkan sebuah pertanyaan yang memang memerlukan sebuah jawaban dan hingga saat ini, jujur saja saya merasakan bahwa saya belum mendapatkan jawaban yang bersifat tegas.

And that, ladies and gentlemen, the thing that I still wait for. Saya masih menunggu akan kepastian (jawaban) dari pertanyaan yang saya berikan, walaupun jujur saja saya tidak berharap banyak akan jawaban itu mengingat “kurangnya” usaha saya jika dibandingkan dengan mainstream efforts lainnya, tetapi setidaknya saya perlu sebuah penutup akan bagian ini pada lembaran cerita kehidupan saya.

Well, if you reading this post, (hopefully you will read this), I’m expecting a solid answer soon from my question. If you can’t give an answer yet, just contact me about it.

Ya, menunggu memang terkadang menyakitkan, tetapi terkadang juga menunggu itu diperlukan. Mengapa? Karena menunggu adalah salah satu faktor yang menjadikan kita manusia, dengan mengharapkan akan sesuatu, kita akan selalu dituntut untuk terus belajar dan berpikir.

Mohon maaf kalo postingan kali ini nggak bermutu seperti biasanya. Mudah-mudahan post ini bisa menjadi pembuka lagi bagi kegiatan blogging saya (yang sempat tertunda karena banyaknya pekerjaan dan tugas yang harus dilakukan) yang lebih bermutu ke depannya.

Only know you’ve been high when you’re feeling low
Only hate the road when you’re missing home
Only know you love her when you let her go

Sumber:
http://kbbi.web.id/tunggu

 

Crossroad

Rabu, 5 April 2017. Di mana burung-burung di belakang rumah saya bernyanyi dan bersahutan satu sama lain. Ya, burung-burung itu bersahutan satu sama lain layaknya paduan suara yang mampu meningkatkan mood untuk bergerak di pagi hari (walaupun biasanya mageran sih hehehehe).

Meskipun hari ini kegiatan saya cukup ramai (nggak nganggur amat hehehe) saya mulai kembali memikirkan banyak hal di kehidupan saya (bahasa somalianya adalah flashback), dimulai dari pilihan yang diambil di dalam kehidupan akademik sampai kehidupan asmara (yang bisa dibilang agak menyedihkan). Memang, semua orang di dalam mengambil sebuah pilihan atau keputusan pastilah mengalami dilema persimpangan. (Biasanya sih setelah ini saya ngambil istilah dari kamus, tapi kali ini karena internetnya limited jadi nggak saya lakuin – “ah bebeja we mager lur” – kata komentator mah).

Baiklah, saya rasa setiap orang pasti pernah mengalami dilema persimpangan. Apa itu dilema persimpangan? Dilema persimpangan menurut saya pribadi adalah sebuah pengalaman yang akan membuat kita stress, kecapean, bahkan ada yang pingsan saking tidak bisa menahan tekanan dilema ini. Dilema persimpangan ini pada diri saya timbul karena over-thinking terhadap outcome dari berbagai opsi yang harus saya ambil di dalam memutuskan sesuatu. Contoh utamanya adalah ketika saya ingin menyatakan perasaan saya kepada seseorang, saya mengalami sendiri betapa bingung dan khawatir dengan outcome yang akan terjadi. Kalau mau nyatain takutnya dijauhin, kalo nggak nyatain bakalan menyesal. Kepikiran sih outcome yang paling bagusnya (jadian) sama outcome yang paling buruk (ditolak + dianggap sebagai benda menjijikkan yang selalu ingin dihindari). Ya walaupun pada sebenarnya hasil akhirnya adalah ditolak karena terlalu cepat menyatakan tanpa pendekatan, tetapi tetap saja bahwa persimpangan itu akan selalu ada di dalam kehidupan kita semua.

Bagaimana caranya menghadapi persimpangan yang muncul ini? Berdasarkan pengalaman saya sendiri, cara untuk menghadapi persimpangan ini yang paling tepat adalah:

  1. Kurangi opsi sehingga opsi yang dimiliki menjadi sesedikit mungkin. Coba pikirkan outcome dan tujuan kita (alasan utama kenapa kita bisa berada di persimpangan itu sendiri)
  2. Ketika opsi yang dikurangi sudah tidak bisa dikurangi (kalo berkurang sampe jadi 1 opsi pada tahap ini langsung sikat ae lurrr, ga usah mikirin amat langkah berikutnya), coba pikirin lebih matang lagi keputusan mana yang memang akan memberikan manfaat kepada kita, kemudian orang-orang terdekat kita (serta masyarakat – pertimbangan paling tersier, dan ga penting-penting amat kalo keputusannya cuman berhubungan sama diri pribadi kita.)
  3. Eksekusi keputusan setelah opsi dipilih. (Kalo ga dieksekusi sama aja boong atuh)
  4. Berdoa dan siapkan diri untuk segala kemungkinan yang terjadi dari pengambilan keputusan tersebut (baik itu kemungkinan outcome terburuk maupun outcome terbaik).

Biasanya, permasalahan setelah keputusan diambil timbul karena seseorang tidak siap untuk menerima outcome yang tidak sesuai dengan ekspektasi mereka saat memutuskan untuk mengambil opsi di perempatan dilema sebelumnya, mulai dari putus, sampai bunuh diri pun bisa berakar dari ketidaksiapan kita dalam menerima outcome dari opsi yang kita pilih.

Udah dulu yah ngetiknya, karena saya ngetiknya juga di tengah-tengah istirahat meeting proyek, jadi ga bisa panjang-panjang (padahal mah pegel karena kebanyakan ngetik hal yang lain selain blog ini).

Mungkin di lain waktu unek-uneknya akan kembali menyertakan KBBI (sebagai salah satu kawan setia saya dalam permasalahan referensi untuk membantu saya) dan kembali berisi (atau malah lebih berisi dari yang sebelumnya, aamiin).

Keep Amazed!

151118141639-star-wars-questions-6-super-169

Halo readers!

Dari post terakhir di blog ini sampe post ini hadir, jujur aja ya, saking terlalu asyiknya menikmati kehidupan dengan segala manis-asam-asinnya, akhirnya malah kelupaan kalo selama ini saya punya sebuah blog! Ya, jujur saya kelupaan kalo saya punya blog!

Hal yang bikin saya inget sama blog ini adalah ketika saya browsing inbox email (dimaklum, lagi ga ada kerjaan dan sudah bosan bermain game sama ngutak-ngatik HP + Social Media). Keinget blog ini pun membuat saya ingin untuk kembali mulai menuliskan cerita-cerita yang gimana yah…. Kadang di otak itu muncul tiba-tiba, tapi hilang begitu mau ngetik di laptop/HP (ya, WordPress bisa dari Android loh sekarang, wkwkkwkw).

Jadi pada intinya, dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, dengan post ini saya berjanji untuk kembali mulai merintis membuat cerpen dan tulisan apapun yang saya inginkan ke dalam blog ini. Ya okelah, ga akan sebagus blogger blogger yang udah lama juga melanglangbuana di dunia per-blogging-an ini.

Sebenernya dari dulu sudah ada mau bikin cerpen (cerbung sih pengennya-kalo ga males hehehe) berdasarkan kepada secuil cerita hidup saya sih, tapi entah kenapa selalu ada hambatan yang memang bikin akhirnya ga jadi melulu (kalo ga file-nya yang ilang, ya niat menulisnya yang ilang).

Ya sudahlah, sedikit teaser untuk cerita pendek selanjutnya yang akan ditampilkan di blog ini, yaitu cerita mengenai seseorang yang mengalami kesedihan setelah mendapatkan harapan palsu dan terlalu ngarep sama seseorang. Untuk setting, karakter, dan lain halnya nanti dulu yah. Kalo diceritain semuanya ga rame dong.

Besar harapan ini adalah terakhir kalinya saya harus ngebersihin debu dari blog yang tercinta ini.

 

Have a nice day!

Maling

maling_lap

Selamat pagi/siang/sore/malam para pengunjung. Sebelumnya saya mohon maaf kalo beberapa hari belakangan blog jarang di-update dikarenakan laptop saya dimana saya menaruh berbagai isi dan bahan untuk postingan di blog ini hilang dimaling.

Bagi para maling (terutama yang nyolong laptop saya) yang membaca postingan ini, saya doakan semoga anda bisa bertobat dan tidak mencuri lagi barang apapun dari orang lain, karena itu nggak sehat buat anda dan keluarga anda (selain dosa tentunya).

Oke, dalam posting unek-unek kali ini saya ingin sedikit membahas mengenai para maling. Apa sih maling itu? Menurut KBBI, maling/ma·ling/ n orang yang mengambil milik orang lain secara sembunyi-sembunyi; pencuri (terutama yang mencuri pada malam hari): — itu dan masuk ke dalam rumah melalui jendela;– berteriak — , pb mendahului orang menyerahkan suatu kesalahan (kejahatan) supaya tidak dituduh orang. Dari definisi itu, maling bisa dikatakan sebagai orang yang mengambil barang orang lain secara sembuni-sembunyi. Tapi apakah benar?

Salah satu fenomena maling yang paling kentara saat ini bagi saya seorang mahasiswa adalah maling di lingkungan dalam kampus itu sendiri (terutama kampus dan fakultas saya berada). Mungkin, dikarenakan free-flow orang yang bebas masuk-keluar kampus/fakulas, sehingga para maling dengan mudah beraksi dan menghilang di tengah kerumunan apabila dikejar oleh orang lain. Pun begitu ketika saya kemalingan, saya kemalingan laptop saya di wilayah dalam mushala fakultas (yang notabenenya itu adalah wilayah beribadah). Untungnya, tas saya nggak ikutan diembat oleh si maling yang terhormat itu, jadi beberapa catatan kuliah saya masih terselamatkan, hal tersebut saya ketahui ketika saya melaporkan kehilangan ke satpam fakultas yang bilang ke saya bahwa kehilangan tas yang isinya laptop adalah hal yang lumrah terjadi, satpam pun mengakui bahwa sulit untuk mengawasi orang sebanyak itu dikarenakan ketiadaan CCTV yang meng-cover area kampus, akhirnya saya dan kawan saya hanya bisa melakukan pelaporan saja. Sedih? Pasti. Geram? Apalagi. Pengen gebukin itu maling? Jelas pasti. Tapi apa daya, malingnya keburu kabur duluan dan mungkin laptop saya sekarang sudah berada entah di tangan siapa. Alhamdulillahnya, laptop saya dilindungi oleh password yang bisa dibilang “nyeleneh“. Sehingga cukup sulit untuk membuka laptop tersebut tanpa membongkar laptopnya secara tuh (kecuali ahli IT/ahli enkripsi seperti di film dan serial TV Barat tentunya).

Dari kejadian yang saya alami, saya dapat menyimpulkan bahwa maling zaman modern ini sudah nekat melakukan aksinya dengan tidak sembunyi-sembunyi lagi, bahkan di tempat ibadah (yang dianggap orang adalah tempat yang aman). Mungkin memang mental mereka dibentuk untuk menghalalkan segala cara ketika kepepet? Entahlah, tapi yang jelas menurut saya pribadi, definisi maling seperti di atas sudah tidak berlaku secara umum lagi karena di tempat umum pun, sudah sering kita dengar kasus kemalingan atau kecopetan. Ditambah lagi dengan kurang efektifnya penjagaan yang dilakukan dan rasa “aman” yang ditimbulkan di tempat kita rutin beraktivitas, maka maling semakin berani lagi untuk beraksi.

Saran saya, berhati-hatilah dimanapun anda berada, dan buat para mahasiswa, jangan bawa laptop ke kampus kalo nggak diperluin amat. Kalopun harus bawa, jangan lupa simpan di tempat yang bisa diawasi oleh teman/kawan anda. Sampai hari ini, jujur, saya masih kangen dengan laptop lama saya, meskipun alhamdulillah sudah diberikan pengganti, tetapi yaa tetap saja, yang namanya barang penuh kenangan (terutama sebagai saksi bisu perjuangan saya dan kawan-kawan saya menempuh 3 semester) tidak bisa dilupakan semudah itu.

Sedikit petunjuk mungkin bagi orang yang iseng-iseng mau nyari maling/laptonya :D, laptop saya yang lama adalah sebuah laptop Sony VAIO hitam.

Sumber:
Definisi – http://kbbi.web.id/
Gambar – http://www.tigapilarnews.com/wp-content/uploads/2016/02/maling-gasak-laptop.jpeg

 

Hari Pertama

Kalender-2014.jpg

Halo guys, ketemu lagi dengan saya di rubrik unek-unek kita kali ini. Sedikit aja sih ngebahas hal yang nggak penting-penting amat. Apa itu? Ya, hari pertama.

Apa sih hari pertama itu? Karena ketika saya googling ternyata yang keluar malah pembahasan siklus haid (coba aja deh kalo ga percaya, hehehehe 😀 ), mari kita melirik KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

hari/ha·ri/ n 1 waktu dari pagi sampai pagi lagi (yaitu satu edaran bumi pada sumbunya, 24 jam): seminggu ada tujuh –; 2 waktu selama matahari menerangi tempat kita (dari matahari terbit sampai matahari terbenam): sesudah berlayar satu — tibalah kami di pulau itu; 3 keadaan (udara, alam, dan sebagainya) yang terjadi dalam waktu 24 jam: kalau — mendung, saya tidak datang; — baru pukul enam petang; 4 waktu selama jam kerja berlangsung:pekerjaan ini diselesaikan dalam waktu lima –;

pertama/per·ta·ma/ num 1 kesatu: syarat — , harus berijazah SMU, kedua berbadan sehat, dan ketiga, mau ditempatkan di mana saja; 2 mula-mula:dialah yang — kali melihat kejadian itu; 3 terutama; terpenting: keamanan adalah syarat yang — untuk memperbaiki perekonomian negara;

Kalo saya sih berdasarkan kedua definisi di atas, saya nyimpulin bahwa definisi hari pertama yang paling ngena ke saya itu sendiri adalah waktu keadaan mula-mula untuk memulai sesuatu. Kebetulan karena saya kuliah di salah satu universitas di kota kecil bernama Jatinewyork (baca: Jatinangor), maka hari pertama bagi saya itu biasanya merupakan hari pertama dalam pelaksanaan perkuliahan dalam satu semester. Meski memang biasanya di hari pertama cuman ada “perkenalan” atau “belajar singkat” dari dosennya, tapi yah biasanya berkesan sih memang di hari pertama, dimana para mahasiswa (terutama saya, hehehe) harus melawan kemageran yang dimiliki setelah liburan panjang (apalagi yang baru beresin KKN, wuh magernya tiada tandingannya 🙂 ).

Jadi, menurut para pembaca, makna hari pertama itu apa sih? Hehehehe.

Selamat hari pertama di minggu ketiga di Bulan Februari, selamat hari Senin dan selamat mengawali segala aktivitasnya di hari pertama kegiatan anda, apapun itu 😀

Sumber:
gambar – http://www.nafiprinting.com/2015/12/kalender.html
definisi kata – http://kbbi.web.id/

 

KKNM

Sebelumnya maap maap kalo jarang ngepost lagi. Dari post terakhir kebetulan lagi padat juga ini kuliahnya, dan padat mikirin UTS dan UAS. Kebetulan juga ga ada inspirasi buat cerpen, jadi yaaa beginilah akhirnya, ga keurus.

Seenggaknya mending lah daripada diisi sama postingan bot, nggak mencerminkan urang pisan lah kalo post pake bot, ehehehehehe.

Kali ini mau coba re-start blogging. Cielah bahasanya, gaya bet dah. Oke, langsung aja. Untuk entry pertama di tahun 2016, bakalan diisi dengan sedikit unek-unek gue dalam sebuah kegiatan.


 

KKNM alias Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa. Judulnya sih, emang kuliah kerja nyata, tapi pada faktanya mayoritas kegiatan kita diisi dengan observasi. Yep, observasi. Kalo kata artikel ini sih, pengamatan atau observasi adalah aktivitas yang dilakukan makhluk cerdas, terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. Tapi kalo fakta di lapangannya sih, nggak cuman observasi doang, ada juga kegiatan yang mesti kita lakuin yang emang dibutuhin di desa dimana kita berada (cielah).

Setelah plotting ditukar dan sebagainya, saya dan kawan-kawan kebagian pelaksanaan KKN di Desa Andir, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Kalo kata orang-orang Majalengka sih, Desa Andir termasuk kota. Tapiii ternyata, ekspektasi kota orang-orang yang biasa tinggal di Jatinewyork itu nggak sama banget dengan ekspektasi kota orang-orang Majalengka. Yaa mesti kita-kita agak kecewa sih, tapi setelah bertahan (gilee bertahan) beberapa hari, kita pun segera mensyukuri bahwa plotting kita dijatuhkan kepada Desa Andir.

Dimulai dari Dosen Pembimbing Lapangan yang tergolong bageur, bapak kuwu yang supeerr ramah, warung depan rumah, warung samping depan rumah, kang kadus Manis yang paling manis se-Jatiwangi meureun nya (eh apa se-Majalengka ya? :)) ), sama para pedagang yang selalu rela dagangannya diabisin sama 22 orang di rumah singgah kita. Pokoknya nggak salah deh Allah ngasih tempat KKN di Andir. Program-program yang direncanain pun berjalan lancar. Relasi dengan desa alhamdulillah berjalan baik meskipun masih banyak kekurangan dari para mahasiswanya yang sering ngaret dan hubrang (hudang beurang).

In the end, KKN saya di Desa Andir nggak akan berkesan kalo nggak ada kehadiran 21 orang kawan-kawan KKN sim kuring ku nu sim kuring dipihormat jeung dibanggakeun. 21 orang ini emang punya karakternya masing-masing dan belum terlalu kenal satu sama lain. (Tapi 3 orang diantaranya adalah orang-orang yang janjian untuk KKN satu kelompok dengan saya yaitu (sebut saja) Tapir, Kiki, dan Ismail). Pertama-tama sih keseringan ngobrolnya sama masing-masing geng fakultasnya dan/atau geng-geng janjian ngisi plotting KKN bareng-bareng. Tapi makin kesini yaaa makin cair lah semua tembok-tembok malu, gengsi, ansos, dan sebagainya (halah)Hatur nuhun kepada Aa Agi yang udah merubuhkan tembok pertama malu-malu diantara para barudak KKN dengan permainan perdana Werewolfnya :)).

Apa lagi yaa? Oh yaa, anak-anak SDnyaaa. Bikin berkesan banget, meskipun nggak kita kunjungin tapi mereka yang telah membuat 22 orang disini terharu dengan suratnya. Teruus, selain anak SD? Ah entahlah, kalo diceritain sepertinya tuts keyboard laptop saya akan rusak total. Intinya mah, dari setiap tempat yang udah dijamah sama kelompok kita, setiap kegiatan yang dijalanin, setiap orang yang ada di dalam kelompok KKNM Desa Andir ini udah ninggalin long last impression banget lah untuk kehidupan saya kedepannya. FYI, pas nulis ini post, gue langsung kepikiran flashback mengenai hal-hal apa saja yang terjadi di KKN. Dimulai dari kekonyolan beberapa orang yang seringkali jatuh tidak terduga, sampe kekonyolan omongan setiap orangnya (yang biasanya sih karena keceplosan).

Kira-kira apalagi yang belum ya? Oh yaaa, cinlok KKN. wkkwkwkw. Eh tapi kalo dibahas disini sepertinya bakalan sensitif, ntar blog saya dimintain diblokir lagi ke internet positif :(. Gausah dibahas deh kalo gitu wkwkwkkw. Yang jelas ada beberapa lah yang cinlok. For me? Yes, I do admire (and maybe start to fall in love to) someone in this awesome team, but only few people I trust know who she is.

Oke, mungkin segitu aja dulu, ternyata udah lama nggak ngetik bikin pegel tangan. Kebiasaan buka laptop cuman buat main Samurai Warriors 4 atau Europa Universalis III doang nih keknya.

Mungkin lain kali gua bakalan posting yang lebih berkualitas lah ya daripada cuman unek-unek semprul kayak gini kwkwkwkwk.

See you later! 😀

(foto dibawah adalah kompilasi foto di Andir selama 30 hari. Nggak bagus amat sih, tapi menurut urang seenggaknya ini mencerminkan kebahagiaan (eaaa) kita selama KKNM di Andir).

kompilasi