Kabut

By: Raka Raimar G.

Fog

Image Copyright are given toward its respective owner, thanks!

Udara dingin menusuk kalbu,
seakan enggan memberikan kehangatan matahari.
Awan berbaring lebih rendah,
mengaburkan pandangan kesana kemari.

Kabut menyelimuti tempat nan elok ini
menghilangkan keindahan serta menyebabkan
manusia berjalan tak tentu arah.
Tiada petunjuk yang berarti untuk melalui hari.

Banyak orang terdiam di persimpangan kota,
menantikan petunjuk untuk berjalan.
Perlahan terlihat samar-samar cahaya kecil,
yang menerangi jalanan walaupun sedikit.

Sebagian mengikuti cahaya tersebut,
sebagian masih terdiam.
Seakan ada penerangan yang lebih baik,
yang belum tentu pasti kehadirannya.

Begitulah manusia,
menunggu ketidakpastian yang besar
dengan hanya berharap
bahwa akan mendapatkan hal lebih baik.

Manusia terkadang tidak perlu melakukan itu.
Manusia terkadang perlu untuk mengambil hal-hal kecil,
kemudian menyusunnya menjadi sesuatu yang besar,
yang hanya bisa didapatkan dengan bergerak dan sabar.

Advertisements

Malam

image

Malam. Waktu dimana mayoritas memejamkan matanya dalam lelap dan berlari sejenak dari masalah hidupnya menuju ke alam impian.

Malam jugalah, waktu dimana selain mayoritas berpikir dan bekerja, demi menggapai harapan dan mimpinya.

Namun di malam jugalah, kita semua berpikir mengenai penyesalan dan pencapaian kita di siang hari.

Malam, hitam namun seringkali dikatakan biru, sebagai penyeimbang siang, yang memang benar-benar biru.

Malam, dimana suatu hari nanti, akan menjadi malam yang penting, entah sebagai yang pertama, ataupun yang terakhir.

Tanpa malam, hidup tidak akan seperti ini, terima kasih karena sudah memberikan malam kepada kami, Ya Rabb.

Gadis di Tepian

danau.jpg

Langkah kaki.

Berjalan menyusuri tepian debu.

Tanpa sepatah kata,

Menyusuri pinggiran danau itu.

 

Senyumnya kepada setiap orang,

membuat siapa yang melihatnya

merasa tenang dan nyaman

meski berada di bawah terik surya.

 

Parasnya yang begitu elok,

membuat setiap insan yang lewat,

mencoba untuk mengajaknya pergi.

Tetapi semuanya sia-sia.

 

Ia tidak menghilang ditelan detik.

Ia tetap ada di sana, tersenyum.

Dengan senyuman yang menenangkan,

dan paras nan rupawan.

 

Seorang insan kembali menghampirinya.

Dengan penuh harapan,

ia mengajak gadis tersebut.

Senyuman terpancar dalam rona insan itu.

 

Di lapangan yang luas itu,

insan tersebut berjalan dengan tenang,

ia menggandeng tangan gadis tersebut.

Membawanya menuju tangga kesucian.

 

Sekarang ia tidak di sana lagi.

Melainkan sudah berada di rumah yang sakinah.

Legenda menceritakannya sebagai,

gadis di tepian.

 

Image source:
http://dongeng.web.id/

Dirimu

o-WOMEN-IN-THE-CITY-facebook

Wahai dirimu…..

Pribadi yang begitu elegan,

wajah yang begitu mempesona.

Engkau begitu berharga.

 

Aku hanya terdiam,

begitu melihat indahnya senyummu.

Senyuman, yang membuatku terpaku,

terdiam, tanpa sepatah kata.

 

Wahai diri yang berwajah indah,

berkepribadian baik dan menawan,

keberadaanmu indah bagaikan sutra.

Sungguh, kau begitu mempesona.

 

Dirimu….

Meninggalkan kesan mendalam,

kesan mendalam yang meninggalkan,

bunga-bunga terindah di dalam kalbuku.

 

Wahai wanita anggun,

Dirimu telah merubah hidupku.

Dari gelap menjadi terang,

dari hitam menjadi putih.

 

Wanita anggun,

engkau memberiku setetes harapan.

Aku ingin bertanya,

Apakah engkau, ingin menjalani hidup, bersamaku?

 

Source of image:
http://www.conspiracyclub.co/

Warna

Ini adalah postingan pertama di rubrik "Poetries". Jika sempat maka saya akan update secara rutin mengenai puisi ini. Catatan: Puisi ini adalah salah satu dari 4 antologi puisi yang pernah saya buat dan bagikan ke beberapa orang.

 

colors

Warna…

Dengan begitu banyaknya jumlahmu,

meninggalkan kesan mendalam

bagi setiap insan.

 

Warna…

Engkau selalu muncul dimanapun.

Baik dalam suka maupun duka,

dan dalam keadaan tidak terkira.

 

Warna….

Engkau bisa merubah benda apapun.

Engkau bisa membuat cipta buruk rupa.

Engkau dapat membuat cipta yang anggun.

 

Warna…

Dalam dirimu, ada perasaan.

Perasaan – perasaan setiap insan.

Yang sulit untuk dijelaskan dengan kata.

 

Warna…

Pendamping setia dalam hidup insan.

Memberikan bantuan yang setia tanpa diminta.

Tanpa bayaran, tanpa upah.

 

Warna…

Itulah engkau.

Engkau yang akan selalu ada,

di ingatan setiap insan di dunia.

 

Sumber gambar:
http://www.thehumanmarketing.org/