Wait (ing)

Bus Stop

Image Source: http://strongtowns.org/

Seperti kata judulnya, wait alias tunggu (menunggu) adalah sesuatu hal yang sudah pasti menjadi bagian kehidupan kita sehari-hari dan sering kita lakukan (terutama orang Indonesia dengan jam karetnya, hehehe).

Menurut KBBI sendiri, tunggu memiliki definisi sebagai berikut:

tunggu/tung·gu/ v, bertunggu/ber·tung·gu/ v tinggal sementara untuk berjaga (menjaga); berkawal

menunggu/me·nung·gu/ v 1 tinggal beberapa saat di suatu tempat dan mengharap sesuatu akan terjadi (datang): dia ~ ibunya yang sedang ke pasar; 2 tinggal sementara untuk merawat, menjaga (barang-barang, rumah, orang sakit, dan sebagainya); menunggui: suami istri itu tinggal ~ dan memetik hasil ladangnya; 3 menantikan (sesuatu yang mesti datang atau terjadi); menunggukan: hidup di dunia hanyalah ~ giliran dipanggil Tuhan; 4 mengharap: sebenarnya sudah lama saya ~ uluran tangan Anda; 5 mendiami; menghuni; menunggui: dialah yang ~ rumah saya selama dua tahun; hantu yang ~ pohon beringin itu sudah dipindahkan;~ angin lalu, pb menunggu dengan sia-sia; ~ laut kering, pb pekerjaan yang sia-sia;

Hemm, cukup menarik, bisa diartikan bahwa tunggu itu adalah berjaga. Akan tetapi akan berbedalah artinya apabila diberikan imbuhan me-, sehingga menjadikan sebuah kata yang memiliki 5 arti. Yang sebenarnya saya ingin tekankan di sini adalah yang ke-empat, yang memiliki arti ‘mengharap’ alias mengharapkan akan sesuatu.

Kalau boleh jujur, sampai blog ini ditulis pun saya sedang memiliki banyak hal yang diharapkan (alias saya sedang mengharapkan sesuatu). Yang tentu saja paling saya harapkan sih ingin mengetahui apakah semua amalan ibadah saya selama Ramadhan tahun ini diterima atau tidak oleh Allah SWT., ya mungkin itu adalah harapan semua umat Muslim yang sedang bergerak menuju Hari Kemenangan sih. Tapi selain itu ada satu hal lagi yang sedang saya tunggu, yaitu sebuah kepastian. Kepastian dari apa sih? Jadi, begini ceritanya.

Ya kalau diceritain secara detail keseluruhan rangkaian peristiwanya sepertinya belum layak (dan tidak etis) untuk dilakukan saat ini, mungkin suatu hari nanti akan saya ceritakan. Jadi, pada intinya itu saya memiliki rasa dengan seorang wanita nan anggun dan indah ini semenjak yaaa cukup lama mungkin yaa. Meskipun begitu, akhirnya yang saya lakukan hanyalah mengaguminya dari jauh dan menaruh namanya pada setiap ucapan doa yang saya utarakan. Oke, silakan saja kalau mau bilang saya pengecut, tapi saya punya alasan-alasan utama mengapa saya melakukan ini dan tidak melakukan tindakan/usaha yang “lebih”. 

  1. I don’t want to be an annoying person for her – Ya, saya pernah berada pada posisi ini, baik sebagai yang dianggap mengganggu maupun yang terganggu. Jujur, saya ga deket-deket amat sama doi, maka dari itu saya cenderung jarang berinteraksi dengan dia ya karena alasan ini.
  2. I respect her life and her privacy – Privasi. Ya, saya sangat menghargai tinggi yang namanya privasi (personal space). Jujur saja, ini yang ada di pikiran saya ketika saya mencoba mendekati dia, apakah saya hanya akan menjadi pengganggu di hadapannya? Apakah mungkin dia tidak menginginkan keberadaan saya? Itulah yang terus berkecamuk di pikiran saya ketika saya mencoba mendekatinya. Karena sifat saya yang selalu berusaha untuk menjadi orang yang tidak mengganggu orang lain (karena pengalaman, lagi), maka alasan kedua ini ada.
  3. Does she already fall in love with someone else? – Inilah yang menjadi faktor utama kenapa mungkin saya jarang terlihat atau jarang berinteraksi dengan dia. Adalah sebuah hal yang sia-sia ketika dia memang sudah jatuh hati kepada orang lain dan saya memaksakan usaha saya untuk mendapatkan dirinya. Mengapa demikian? Pengalaman sayalah (lagi dan lagi) yang mengajarkan akan hal ini.
  4. High awkwardness and being nervousYap. Inilah yang sebenarnya membuat saya cenderung kurang berinteraksi dengannya. Karena pengalaman saya yang cukup buruk di masa lalu, sehingga hal ini menyebabkan persepsi yang saya miliki dalam bagaimana seharusnya menangani hal ini menjadi berbeda ketimbang orang-orang pada umumnya. Mungkin karena pengalaman tersebut jugalah, saya menjadi seringkali menciptakan awkward moment ketika bersama dia dan saya jadi lebih sering grogi (nervous) ketika berada di dekatnya.

Ya, karena alasan-alasan itulah pada akhirnya saya hanya mampu mengagumi dan berharap bahwa dia akan baik-baik saja melalui doa yang saya utarakan setiap hari. Tapi, mengingat keadaan akan segera berubah, saya sempat menyatakan perasaan saya kepadanya melalui sebuah media. Di dalam media tersebut saya selipkan sebuah pertanyaan yang memang memerlukan sebuah jawaban dan hingga saat ini, jujur saja saya merasakan bahwa saya belum mendapatkan jawaban yang bersifat tegas.

And that, ladies and gentlemen, the thing that I still wait for. Saya masih menunggu akan kepastian (jawaban) dari pertanyaan yang saya berikan, walaupun jujur saja saya tidak berharap banyak akan jawaban itu mengingat “kurangnya” usaha saya jika dibandingkan dengan mainstream efforts lainnya, tetapi setidaknya saya perlu sebuah penutup akan bagian ini pada lembaran cerita kehidupan saya.

Well, if you reading this post, (hopefully you will read this), I’m expecting a solid answer soon from my question. If you can’t give an answer yet, just contact me about it.

Ya, menunggu memang terkadang menyakitkan, tetapi terkadang juga menunggu itu diperlukan. Mengapa? Karena menunggu adalah salah satu faktor yang menjadikan kita manusia, dengan mengharapkan akan sesuatu, kita akan selalu dituntut untuk terus belajar dan berpikir.

Mohon maaf kalo postingan kali ini nggak bermutu seperti biasanya. Mudah-mudahan post ini bisa menjadi pembuka lagi bagi kegiatan blogging saya (yang sempat tertunda karena banyaknya pekerjaan dan tugas yang harus dilakukan) yang lebih bermutu ke depannya.

Only know you’ve been high when you’re feeling low
Only hate the road when you’re missing home
Only know you love her when you let her go

Sumber:
http://kbbi.web.id/tunggu

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s