Kabut

By: Raka Raimar G.

Fog

Image Copyright are given toward its respective owner, thanks!

Udara dingin menusuk kalbu,
seakan enggan memberikan kehangatan matahari.
Awan berbaring lebih rendah,
mengaburkan pandangan kesana kemari.

Kabut menyelimuti tempat nan elok ini
menghilangkan keindahan serta menyebabkan
manusia berjalan tak tentu arah.
Tiada petunjuk yang berarti untuk melalui hari.

Banyak orang terdiam di persimpangan kota,
menantikan petunjuk untuk berjalan.
Perlahan terlihat samar-samar cahaya kecil,
yang menerangi jalanan walaupun sedikit.

Sebagian mengikuti cahaya tersebut,
sebagian masih terdiam.
Seakan ada penerangan yang lebih baik,
yang belum tentu pasti kehadirannya.

Begitulah manusia,
menunggu ketidakpastian yang besar
dengan hanya berharap
bahwa akan mendapatkan hal lebih baik.

Manusia terkadang tidak perlu melakukan itu.
Manusia terkadang perlu untuk mengambil hal-hal kecil,
kemudian menyusunnya menjadi sesuatu yang besar,
yang hanya bisa didapatkan dengan bergerak dan sabar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s