Kulit feat. Tungau – Skabies

MusicPlaylist

Selamat datang kembali! Wah udah ga kerasa udah nggak ngeblog berapa bulan ya, wkkwkwkwkw. Kebanyakan aktivitas tugas sama UAS, akhirnya gini deh. Blognya hampir berdebu total, tapi nggak apa-apa deh, waktunya saya untuk mulai bersihin blog ini nih.

Mungkin ada yang bertanya, kenapa saya tiba-tiba tertarik untuk menulis ini? Kebetulan penulis blog ini baru saja divonis bersalah oleh dokter karena ketularan sebuah tren yang udah mendunia. Tren apa sih? Yap, jika anda menjawab apa yang ada di judul post saya kali ini, jawaban anda seratus persen tepat! Hehehehehe.

Menurut sebuah sumber yang saya baca, Skabies (gatal karena tungau dengan nama spesies Sarcoptes scabiei) merupakan sebuah penyakit kulit yang bisa dikatakan ngetren banget. Di tahun 2010, penyakit ini sudah ngetem di kurang lebih 100 juta orang (1,5% populasi dunia) dan sering terjadi baik pada pria ataupun wanita. Nah, biasanya nongkrongnya  dimana? Yap, kalo yang jawab pangkalan ojek, udah pasti salah. Yang bener itu mereka nongkrong di kawasan negara berkembang dan kawasan beriklim tropis.

Sebentar, tunggu dulu. Penyakit ini menular ga? Sayangnya sih iya, dari literatur yang udah ada, penyakit ini menular. Tapi tenang dulu, perlu diingat dan digaris bawahi, penularannya ga se-membahayakan T-Virus punyanya Resident Evil, atau virus zombie karya World War Z. Nggak, nggak seperti itu. Penularan si tungau ini biasanya terjadi dengan kontak fisik (kulit ke kulit) dalam waktu yang sangat lama (biasanya terjadi sama keluarga, dan ini berarti kalo kamu berada seruangan sama orang yang ditongkrongin sama kutu ini kamu ga akan otomatis kena penyakit ini). Dalam kasus yang jarang, penularan si tungau gaul ini terjadi ketika sharing handuk, baju, atau tempat tidur (dalam artian satu kasur). Kenapa jarang? Karena si tungau gaul ini cuman bisa hidup bertahan 2 sampai 3 hari di tempat selain kulit manusia.

Nah, si kutu ini nggak akan langsung bilang ke kamu bahwa dia udah nongkrong di kulit kamu, tapi dia bakalan nongkrong secara sembunyi-sembunyi selama kurang lebih 4-6 minggu di kulitmu sebelum dengan bebasnya berkata, “Gue nongkrong di sini! Ini wilayah gue!” sambil ngegali tempat nongkrongnya (ngegali lubang di kulit kata istilah scientific-nya mah).

Gejala alias Ciri-Ciri

Waduh, pasti penasaran kan ciri-cirinya kayak gimana kalo udah ditongkrongin sama si tungau trendy ini? Ciri-ciri utamanya yang udah dialamin langsung sama penulis adalah rasa gatal yang tidak tertahankan. Biasanya terjadi pada bagian lipatan tubuh di bawah leher dan lengan atas. Setelah gatal-gatal, muncul bintik merah seolah digigitin nyamuk, namun biasanya membentuk pola acak yang hampir segaris lurus. Tapi karena mirip penyakit kulit lain, jadi terkadang bisa terjadi salah dugaan penyakit. Nah, yang kebetulan penulis alami setelah awal-awal mengalami pertanda seperti ini adalah salah dugaan. Dimana penulis mengira ini adalah sebuah alergi karena makan bumbu ikan salmon yang rasanya super aneh. Salah dugaan si tungau ini juga bisa mengarah kepada dugaan iritasi kulit, alergi, bahkan kutu.

Pengobatan dan Pencegahan

Pastilah setiap penyakit ada obatnya, seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW. berikut:

“Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan penawarnya.” (HR Bukhari).

Ada satu “polisi” nih gais yang bisa dipake untuk menjarain si tungau yang udah nongkrong tanpa izin di badan kita. Siapakah itu? Ya, pasukan Permethrin.

Permethrin. Pasukan polisi taktis yang paling efektif untuk menjarain para tungau nakal ini. Karena berbentuk salep, maka cara pemakaiannya pasti dioleskan ke tubuh kita dong. Perlu dicatat bahwa pengolesan salep ini harus dilakukan ke seluruh bagian tubuh untuk mencegah tungau bandel ini kembali nongkrong di tubuh kita. Pengolesan salep ini dilakukan pada malam hari sekitar jam 8 malam sebelum tidur. Biarkan selama semalaman kemudian bilas badan yang telah diolesi salep ini sekitar jam 5 pagi hari. Biasanya satu kali pengolesan sudah cukup, namun untuk memastikan bahwa kulit sudah tidak ditongkrongi lagi oleh si dedemit satu ini, pengolesan ulang bisa dilakukan 3 hari setelah pengolesan pertama kali dilakukan. Perlu dicatat juga, gejala ditongkrongin masih mungkin terjadi dalam waktu 2 sampai 4 minggu setelah pengobatan. Kalau lebih dari itu masih ada gejala, pengiriman polisi (pengobatan istilah kerennya), harus diulang lagi dari nol.

Nah, kalau udah sembuh terus pencegahannya seperti apa? Sama seperti pencegahan preman kelewat brtual nongkrong, yaitu pencegahan reaktif dan preventif. Pencegahan reaktif (yang dilakukan apabila dokter udah memvonis si tungau lagi nongkrong  sambil ngegali tanah di kulit kita) adalah:

  1. Semua pakaian yang sering dipakai oleh orang yang ditongkrongi (terutama dalam 3 hari ke belakang) harus dicuci pake air panas (+ 60 derajat Celcius) sebelum dicuci biasa.
  2. Pakaian yang jarang dipakai oleh orang yang ditongkrongi harus ditutup oleh plastik bening selama 3 hari untuk memastikan agar tidak ada geng tongkrongan lainnya yang bersembunyi di dalamnya.
  3. Pemisahan sprei, karpet, dan kursi antara keluarga dan orang yang divonis terkena tungau nongkrong, karena hal ini terkait kepada penularan si tungau gaul ini.

Pencegahan preventifnya (ini lebih ke lesson learned bagi saya sendiri).

  1. Frekuensi bersih-bersih kosan harus ditingkatkan.
  2. Pantang banget buat namanya sharing handuk meski cuman buat cuci muka.

Sekian dulu untuk postingan kali ini, post kali ini murni hanya untuk meningkatkan awareness kita terhadap kesehatan kulit, terutama penyakit ini. Karena penyakit ini masih dianggap remeh oleh banyak orang.

Inget ya, kalo ada temennya yang gatel-gatel lebih dari 1 minggu, langsung suruh ke dokter kulit!

😀
Sumber dan referensi lanjutan untuk dibaca:

https://muslim.or.id/10924-dan-jika-aku-sakit-dialah-yang-menyembuhkanku.html

https://en.wikipedia.org/wiki/Scabies

http://sehat-enak.blogspot.co.id/2010/02/skabies-infeksi-tungau.html

http://www.cdc.gov/parasites/scabies/treatment.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s